BSE MAHONI BSE MAHONI
Informasi Lengkap Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Gunakanlah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ini untuk mengecek kosakata baku!
Buku Pelajaran Elektronik Online
Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdiknas

Selasa, 28 Februari 2017

3. Pengatur Lalu Lintas P3 U Turn Jalan Layang- Arisyad Sihab A.-XI IIS 6

3. Pengatur Lalu Lintas P3 U Turn Jalan Layang- Arisyad Sihab A.-XI IIS 6



              Pak Ogah adalah istiah untuk pengatur lalu lintas di persimpangan jalan atau jalan puteran balik (u-turn), kehadiran Pak Ogah memberikan pengaruh positif bagi pengendara seperti membantu dalam kelancaran lalu lintas.
                
Pak Topik adalah seorang pengatur lalu lintas atau biasa di sebut pak ogah. Ia biasa bertugas di puteran balik Jalan Layang (JL. RE Martadinata) sebelum toko Gigantic Computindo. Beliau lahir di Bekasi pada tahun 1975 usianya sudah sekitar 42 tahun, Pak Topik merupakan orang asli Cikarang. Ia biasanya pergi bekerja dengan berjalan kaki karena tempat tinggalnya tidak jauh dari tempat ia bekerja yaitu di Kampung Kongsi. Beliau sudah berkeluarga, ia mempunyai istri dan 1 anak, mereka tinggal di  kampung halaman istrinya Pak Topik yaitu di Garut.
        Pak Topik bekerja sebagai pengatur lalu lintas sudah cukup lama. Tetapi penghasilannya kadang juga tak menentu. Jika sedang ramai, ia bisa mendapatkan 50.000 sampai 100.000 perhari dan jika dihitung berdasarkan penghasilan perharinya, dalam satu minggu Pak Topik bisa mendapatkan 350.000 dan dalam satu bulan Pak Topik bisa mendapatkan sekitar 1.500.000. Penghasilan tersebut dibagi untuk keluarganya yang ada di Garut. Beliau biasa bekerja dari pukul 08.00 – 15.00 WIB. Ia biasanya mengatur lalu lintas secara bergantian dengan rekan-rekannya.
          Sebetulnya banyak sekali pengalaman kerja yang Pak Topik pernah jalani. Salah satunya ia pernah bekerja sebagai karyawan PT. Beliau juga merupakan lulusan dari SMAN 1 Sukatani. Pak Topik juga berpesan agar para pengguna motor tidak kebut-kebutan dan tetap berhati-hati.






Sumber


Baca Selengkapnya »

2. Pengatur Lalu Lintas di P3 Turn Terminal Cikarang-Rizkia Rahmadanti Zahra-XI IIS 6



2. Pengatur Lalu Lintas di P3 U Turn Terminal Cikarang-Rizkia Rahmadanti Zahra-XI IIS 6










Sumber


Baca Selengkapnya »

1. Pengatur Lalu Lintas P3 Depan Sekolah SMAN 1 Cikarang Utara - Fitri Amelia - XI IIS 6

1. Pengatur Lalu Lintas P3 Depan Sekolah SMAN 1 Cikrang Utara - Fitri Amelia - XI IIS 6

             



             Pada hari senin tanggal 13 febuari 2017 kemarin saya berhasil mewawancara seorang juru parkir di pertiga sekolah saya dan beliau adalahmas Tonoyang tinggal di kampung bonlap (kebon kelapa) yang pertepat di RT 02/01, beliau lahir pada tanggal 12 januari 1997 di bekasi, dan beliau juga merupakan warga asli bekasi.
            Setelah itu saya menyanyakan pertanyaan berikutnya dan pertanyaannya tentang berapa penghasilan yang bisa di dapatkan oleh mas Tono  dalam perharinya dan juga total perminggu dan perbulannya menurut mas Tono, beliau mengatakan jika penghasilan yang di dapatnya tidak menentu terkadang sehari bisa dapat Rp.30.000,- sampai Rp.50.000,- rupiah ya namanya juga Cuma tukang parkir paling seminggu bisa dapet Rp.100.000.- sampai Rp.200.000.- perminggunya dan sebulannya kurang lebih bisa hampir Rp.1.000.000.-
            Saya juga menanyakan tentang sistem bagi hasil kepada mas Tono karna biasanya suka ada orang-orang yang memalak para pekerja seperti mas Tono dengan alasan tempat mereka mencari uang adalah wilayah para orang-orang yang biasanya di sebut dengan preman, penuturan mas Tono adalah memang ada sistem bagi hasil biasanya itu hanya berupa uang rokok saja dan hanya sekedarnya saja ya kalo adanya uang ya kasih uang tapi bisa juga dengan sebungkus rokok kepada orang-orang tersebut.
            Walaupun Cuma hanya juru parkir tapi menurut pengakuan mas Tono petugas parkir/juru parkir juga ada shiftnya paling Cuma pagi dan malam hanya ada 2 shift dan biasanya 1 shiftnya itu bisa 1-3 orang baik itu untuk shift  pagi-sore sore-malam bisa juga shiftnya hanya pagi dan siang biasanya mas Tono mendapatkan shift berdua dengan temannya yang bernama Agus dan hasil yang di dapatnya terkadang di bagi 2 terkadang tidak karena sesuai dengan yang mereka dapatkan permotornya.
           
            untuk keluarga mas Tono belum memiliki seorang istri karena dia merasa jiga mempunyai istri maka dia harus memiliki pekerjaan yang tetap sedangkan dia h         nyalah seorang juru parkir, mas Tonopun sebenarnya ingin memiliki seorang istri agar tidak menyusahkan keluarganya karena sudah ada yang mengurus keperluannya sehari-hari seperti teman-teman yang satu profesi dengannya yang sudah memiliki istri bahkan sudah ada pula yang memiliki anak meski masih kecil.
            Hingga saat ini mas Tono mengaku masih tinggal di rumah orang tuanya karna menurut mas Tono penghasilannya menjadi juru parkir tidak bisa untuk membanyar kontrakan terkadang untuk kebutuhan sendirinya saja suka pas-pasan apalagi orang tuanya yang mebutuhkan biaya/uang kehidupan sehari-harinya dari mas Tono, mas Tono adalah anak ke 3 dari 5 bersaudara. Kehidupan kakaknya pun tidak jauh lebih baik darinya karena mereka juga sudah berkeluarga dan sudah punya tanggunagannya masing-masih. Itulah mengapa mas Tono harus menghidupi keluarganya karena orang tuanya yang sudah tua dan sakit-sakitan sehingga tidak bisa bekerja dengan keras oleh karena itu dia harus mencari uang untuk orangtuanya dan juga adik-adiknya masih sangat kecil dan membutuhkan biaya untuk sekolah
            Bahkan untuk kendara motorpun mas Tono tidak memilikinya karna menurutnya dari pada uangnya di gunakan untuk membeli motor meski hanya motor second tapi lebih baik uangnya ia gunakan untuk menafkahi keluarganya di tambah jiga ada motor maka pengeluarannya akan semakin besar di karenakan harus membanyar pajak. Dia pun lebih memilih mengedarai sepeda yang dia punya meski sudah hampir rusak dari pada untuk membeli motor.
            Sebelumnya mas Tono memang pernah bersekolah di sekolah dasar dan itu pun tidak lulus karena mas Tono tidak memiliki biaya untuk sekolah karna pada jaman dulu menurut mas Tono sekolah masih menggunakan biaya yang banyak sedangkan untuk makan saja mas Tono harus bekerja keras membantu kedua orang tuanya, itulah mengapa mas Tono menyekolah kedua adiknya setinggi mungkin atau mungkin bisa menjadi seorang sarjana agar tidak seperti mas Tono dan juga kakaknya yang hanya juru parki, petani dan buruh itulah harapan mas Tono untuk ke dua adiknya dan itupun kalo bisa kata mas Tono.
            Selain menjadi juru parkir mas Tono juga bisa menjadi kuli bangunan terkadang jika ada yang membangun rumah/ruko/toko biasa warga sekitar suka menggunakan jasanya mas Tono dan mas Tonopun bersyukur jika ada yang mau menggunakan jasaya meski hanya menjadi kuli bangunan karena baginya itu bisa untuk tambahan biaya kehidupan sehari-harinya atau juga bisa di tambung meski hanya sedikit karena baginya menambung bisa untuk membiayai adik-adiknya sekolah yang tinggi seperti yang di inginkan olehmas Tono..
            Untuk menuju tempat di mana mas Tono mencari nafkah sebagai juru parkir di depan SMAN biasanya dari bonlap (kebon kelapa) hingga depang SMAN biasanya dengan berjalan kaki atau terkadang suka nebeng sama temannya mas Tono yang kebetulan searah dengan tempat kerjanya mas Tono kadang-kadang juga suka naik angkot  karena kebetulan mas Tono kenal karena itu adalah supir angkot yang biasanya suka mangkal di sekitar tempat kerja mas Tono, karena mas Tono memang tidak memiliki motor untuk di gunakannya ketika ia ingin berangkat ke tempat kerjanya bahkan trasportasi seperti angkotpun jarang ia gunakan karena menurutnya dari bonlap (kebon kelapa) ke depan SMAN tidaklah terlalu jauh dan masih bisa di jangkau dengan berjalan kaki terkadang jika sepeda yang ada dirumahnya tidak di pakai oleh adiknya terkadang dia yang mengunakannya agar bisa cepet sampai hingga di depan SMAN  itu menurut penuturanmas Tono.
            KESANNYA

            Ya namanya juga Cuma juru parkir/tukang parkir ya kadang suka kesel sendiri ya kadang gimananya  Cuma tukang parkir ya di kasih alhamdullilah ga di kasih juga mau gimana masa mau marah-marah sama orangnya lebih ga enak lagi kata mas Tono.

            
            PESANNYA
            
          Pesan saya kalo bisa untuk para pengguna jalan agar bisa tertib dalam berlalu lintas jangan saling selap selip karena itu juga bisa membahayakan diri sendiri bahkan juga bisa membahayakan para pengguna jalannya lainnya, ya biar kita bisa sama-sama saling enak aja gitu. Menurut penuturan mas Tono.






Sumber


Baca Selengkapnya »

26. Pendaduk di Ruko Roxy Cikarang Baru - Mellania Anjani O.A XI IIS 2

26. Pendaduk di Ruko Roxy Cikarang Baru - Mellania Anjani O.A XI IIS 2


Pengemis sudah tidak asing lagi ditelinga kita,khususnya di Indonesia ini banyak sekali pengemis. Bahkan,bisa dikatakan pengemis di Indonesia ini bisa dikategorikan sebagai profesi.
     Mungkin sedikit aneh didengar, tapi memang itu realitanya di Indonesia. Kebanyakan pengemis "biasanya" identik dengan cacat fisik,ekonomi yang benar benar memungkinkan harusnya mengemis.Namun tak sedikit pula yang hanya berpura pura sakit,memanfaatkan anak kecil yang entah anak siapa.
     sungguh hal yang mengagetkan bukan jika ternyata penghasilan pengemis ini dalam sebulan bisa mencapai 2 juta.     Hasil survey ini yang dilakukan di Pasar Roxy,cikarang baru.Bnyak sekali pengemis disana.
     Narasumber oleh Ibu Masturoh,ibu 4 anak ini yang lahir bertepatan pada 15 oktober 1979. Yang bertempat tinggal di Kp.harapan baru. Ia tinggal bersama anak anak dirumahnya,ia sebagai single parent karena suaminya telah tiada."Alhamdulillah biar jelek, rumah sendiri," jelasnya. Ia tidak memiliki kendaraan, sehingga sebagai transportasi dalam pekerjaannya ini pun ia harus menggunakan angkutan umum."saya kalo berangkat naik angkot,tapi pulang naik ojeg karna sudah malam tidak ada angkot,"ujarnya. Ibu ini menempuh pendidikan Sekolah Dasar tapi belum selesai."saya sekolah SD, itu juga ga selesai," ujarnya.
    Sebelum ibu Masturoh bekerja disini, ia sebagai ibu rumah tangga. Ia dan anak anak terpaksa harus mengemis untuk biaya hidup sehari hari dan sekolah anaknya.Karena suaminya telah tiada,jadi dia harus memikul beban keluarga dan menafkahi anak anaknya. Ibu Masturoh bekerja disini kurang lebih sudah 5 tahun, sejak anaknya yang ketiga masih bayi.
      Kebanyakan pengemis hanya mengandalkan profesi mereka sebagai pengemis, tapi ibu Masturoh ini berbeda,ia tak hanya mengandalkan mengemis saja, tiap sabtu dan minggu ibu Masturoh ini keliling komplex atau perumahan untuk bernyanyi dengan kotak musik box kecil miliknya.Ia datang ke pasar Roxy ini sekitar jam 18.00 sampai 22.00, pendapatan ibu Masturoh dalam sehari bisa mencapai 50.000 sampai 70.000. "Ya kalo sehari bisa nyampe 50 ribu, tapi kalo ada yang ngasih banyak bisa 70 ribuan," jelasnya.pendapatan 1 minggu bisa sekitar 500 ribu,sedangkan 1 bulan bisa mencapai 2 jutaan.            
   Hal ini memang sangat mungkin dan bukan hal yang mustahil. Karena ruko dan pasar roxy ini yang selalu dipadati oleh pengunjung. Tak hanya 1 atau 2 pengemis saja yang ada disini tapu bisa mencapai belasan bahkan puluhan. Ada yang di depan Alfamart,indomaret,bank,pasar,Optik,market,rumah makan dan lainnya.
     Sebagian dari mereka ada satu keluarga yang mempunyai jadwal masing masing. Dan ternyata para pengemis pengemis ini juga mempunyai wilayahnya masing masing. Para pengemis ini datang biasanya di jam jam tertentu yang memungkinkan banyak orang disuatu tempat tertentu. Seperti pada halnya jam 12 siang,para pengemis ini datang di rumah rumah makan,karena jam jam segitu banyak pengunjung yang datang untuk makan siang.. Dan sore hari sekitar jam 18.00,banyak sekali pengemis di setiap ujung tempat disini.  
    Kesan yang dirasakan bu Masturoh ini banyak sekali keluh kesahnya,dengan membawa ketiga anaknya yang masih sangat kecil kecil ini pun bukan hal yang mudah dilakukan saat ia mengemis,tak jarang anaknya yang masih bayi rewel. Dan kasian terhadap anak anaknya yang harus menghirup udara tak segar tiap harinya. Dimulai dari asap rokok, asap kendaraan,dan lainnya.







Sumber


Baca Selengkapnya »

25. Pengatur Lalu Lintas di Jembatan Asrama Brigif - Bintang Bagus B. XI IIS 2

25. Pengatur Lalu Lintas di Jembatan Asrama Brigif - Bintang Bagus B. XI IIS 2


Pada hari sabtu tanggal 25 februari saya mewawancarai seorang pengatur lalu lintas di daerah jalan layang Asrama Brigif Desa Harja Mekar Kec.Cikarang Utara.Ia adalang Bang Bendot,ia saat ini berumur 21 tahun ,bang Bendot adalah orang asli Cikarang ,ia lahir di Bekasi 25 April 1995.Bang Bendotsaat ini masih tinggal di rumah orang tuanya di RT 02 Desa Kali Jaya.
Penghasilan bang Bendot per hari biasanya sekitar Rp.25.000 jika sedang ramai dan jika sedang sepi biasanya bang bendot hanya mendapatkan sekitar Rp.10.000 ,dan per bulannya biasanya bang bendot mendapatkan uang sekitar kurang lebih Rp.500.000.Walaupun ia tinggal bersama orang tuanya,uang yang di dapat Bang Bendot biasanya habis untuk membeli makan,rokok,dan kopi karena bang Bendot tidak meminta uang kepada orang tuanya dan lebih memilih bekerja dan membeli itu dengan uang hasil usahanya sendiri.
Bang Bendot biasanya menjaga lalu lintas di daerah jalan layang Asrama Brigif pada hari sabtu dan minggu saja.Sistem kerja Bang Bendot itu secara bergantian dengan temannya setiap satu jam.Lalu setelah selesai mengatur bang bendot membagi hasil secara rata,jadi uang yang di dapatkan masing masing di kumpulkan dan di bagi rata.kadang jika yang menjaga ramai bang bendot hanya mendapatkan uang sedikit karna hasil yang di peroleh di bagi rata ke banyak orang (penjaga lalu lintas).
Bang Bendot saat ini belum berkeluargadan berstatus jomblo.ia menjaga lalu lintas di daerah jalan layang asrama brigif karena menurut dia itu lebih bermanfaat dari pada nongkrong yang tidak jelas dan menjelek jelekkan nama kampungnya.Bang bopeng pergi ke tempat kerjanya dengan jalan kaki karena dia tidak punya kendaraan dan rumah dia tidak terlalu jauh dari jembatan layang asrama brigif jadi dia pergi cukup dengan jalan kaki.
Pengalaman kerja bang Bendot selain menjaga lalu lintas adalah bekerja proyek biasanya bersama teman temannya jika sedang ada proyek dan jika tidak ia menjaga lalu lintas di daerah jalan layang asrama brigif seperti biasa.Pendidikan terakhir bang bendot yaitu SD jadi dia tidak memiliki banyak keterampilan untuk bekerja di bidang lain.
Menurut bang Bendot mengatur lalu lintas di daerah jalan layang asrama brigif cukup enak karena di daerah itu cukup ramai kendaraan berlalu lalang dan teman temannya yang menjaga pun pengertian dan baik jadi bagi hasil bisa rata dan tidak ada yang menjadi bos di situ.








Sumber


Baca Selengkapnya »

21. Pengatur Lalu Lintas di P3 Asrama Brigif - Muhamad Arif XI IIS 2

21. Pengatur Lalu Lintas di P3 Asrama Brigifmad Arif XI IIS 2



Sabtu,18 Februari 2017. Saya mewawancarai pak ogah di sekitar pertigaan asrama brigif,desa kali jaya, kec. Cikarang Utara kab. Bekasi.
Beliau bernama bapak Mardi Sudarmaji, kelahiran Bekasi, tahun 1964.Asli  Pengkolan Cikarang  Barat, Tinggal dan menetap di kp. Pengkolan rt 03/08 kali jaya .
Penghasilan bapak Mardi perhari berkisar 30 ribu jika sedang sepi dan hingga 70-80  ribu jika sedang ramai. Sistem kerja Pak mardi bekerja bergantian dengan rekannya , jadwal beliau bekerja adalah dari jam 06.00 hingga jam 18.00 WIB.
Pak Mardi memiliki seorang istri dan 3 orang anak . Kedua anak pak Mrdi sudah kerja dan yang satu masih sekolah si SMK 1 CIKARANG BARAT, pak Mardi tinggal di rumah miliknya sendiri , beliau hanya memili kendaraan motor hanya satu saja dan itu pun sudah hampir 10 tahun.
Pak Mardi pernah bekerja di proyek Adimik, beliau bekarja di proyek  tersebut  selama hampir 12 tahun, transportasi beliau menggunakan motor. Beliau hanya tamatan SMP dan kurang memiliki keterampilan kerja.
KESAN DAN PESAN BELIAU : Hanya menikmati pekerjaannya ada duka yang di dapat ketika sedang sepi dan kalau sedang rame alhamdulillah.








Sumber


Baca Selengkapnya »

19. Pengatur Lalu Lintas di daerah Puri Cikarang Hijau - MOH. Fadhlurrahman. H. XI IIS 2

19. Pengatur Lalu Lintas di daerah Puri Cikarang Hijau - MOH. Fadhlurrahman. H. XI IIS 2
Pada hari rabu tanggal 15 Februari 2017. Saya mewawancarai seseorang yang  berperan penting mengatur lalu lintas atau jalan  di daerah Puri Cikarang Hijau,  Ds. Karang asih, Kec Cikarang utara, Kab Bekasi, Jawa barat.  Bukan berasal dari oknum Polisi ataupun Dinas perhubungan, melainkan orang biasa yang suka membantu meringankan pekerjaan oknum Polisi ataupun Dinas perhubungan di bidang lalu lintas atau  di jalan tersebut. Yaitu pak ogah sebutan yang sering kita kenal,  atau bapak pengatur lalu lintas saja kita panggil nya agar enak di dengar.
Menjadi pengatur lalu lintas ini juga adalah termasuk pekerjaan yang mulia menurut saya, karena kita bisa terbebas dari kemacetan karena dari bantuan bapak pengatur lalu lintas tersebut. Di Puri Cikarang Hijau ini terdapat seorang bapak pengatur lalu lintas yang bernama Pak Rian, beliau ini tinggal di Kp. Sukamantri, Kec, Cikarang utara, Kab Bekasi, Jawa barat dia juga lahir di sana dan dia bilang anak Bekasi asli. Pak Rian bekerja sebagai pengatur lalu lintas ini bertujuan untuk mencari nafkah untuk keluarganya.
Beliau sudah menjalani pekerjaannya sebagai pengatur lalu lintas ini selama 2 tahun, dengan penghasilan sekitar Rp 100,000,- per hari,lalu beliau mendapat penghasilan sebesar Rp 600,000,- per minggu, dan bisa sebesar Rp 1,000,000,- per bulan tergantung situasi di jalan tersebut. Sistem kerja Pak Rian sebagai pengatur lalu lintas ini adalah bergantian atau shift, beliau selalu mengatur lalu lintas di daerah tersebut ketika pagi hari, dan juga sistem bagi hasil dari pekerjaan mengatur lalu lintas ini adalah bagi hasil atau bagi bagi dan bareng bareng,
Selain bekerja sebagai pengatur lalu lintas Pak Rian ini juga bekerja sebagai penjaga parkir di indomaret dekat daerah yang ia atur lalu lintasnya, Pak Rian ini  sudah menikah, dan juga mempunyai 3 orang anak, dengan anak pertamanya yang sudah bekerja, lalu anak ke duanya adalah STM kelas 2, dan anak ke tiganya atau anak bungsunya ini masih TK. Dan juga beliau memiliki 2 motor yang sudah lunas atau di bayar dengan cash, pendidikan Pak Rian ini hanya sampai di bangku SMP.
Sebelum beliau bekerja sebagai pengatur lalu lintas dan penjaga parkiran indomaret,  beliau dulu pernah menjadi karyawan di PT Rapipack Asritama di daerah kawasan Lippo Cikarang, Cibatu, Kec. Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa barat. Kendaraan yang biasa dia pakai ketika mau pergi dan pulang kerja sebagai pengatur lalu lintas dan menjaga parkiran adalah motor atau mobil (Kalau males bawa motor).
Pak Rian ini unik, bukan hanya dengan gaya mengobrolnya yang selalu ada kata candaan di dalamnya, selain itu juga beliau ini  ketika sedang bekerja mengatur lalu lintas dan menjaga parkiran beliau selalu berpakaian yang rapih dengan setelan kemeja, dengan celana jeans lengkap dengan kaca mata hitam dan topinya tersebut. Kesan dan pesan selama ia bekerja sebagai pengatur lalu lintas ini yang di sampaikan adalah kebanyakan adalah keluh kesahnya, yaitu sikap arogan para pengemudi mobil ataupun motor di jalan yang terkadang suka tidak mau bersabar dan mengalah.










Sumber


Baca Selengkapnya »

13. Pengatur Lalu Lintas di P3 CBL - Ahmad Syauqi XI IIS 2 (video)


13. Pengatur Lalu Lintas di P3 CBL - Ahmad Syauqi XI IIS 2 (video)











Sumber


Baca Selengkapnya »

23. Pendaduk di Alfamart dekat Polsek Cikarang- Helmalia Putri XI IIS 2


23. Pendaduk di Alfamart dekat Polsek Cikarang - Helmalia Putri XI IIS 2


Sampai saat ini,Indonesia masih tergolong Negara yang sedang maju dan belum mampu menyelesaikan masalah seperti pendaduk. Seperti yang telah kita ketahui,bahwa kehidupan di dunia ini tidak semuanya kaya,tidak semuanya hidup serba kecukupan,serba mewah,dan serba ada.Dan saya telah mewawancarai seorang pendaduk sebagai berikut.
Ibu Aisyah adalah seorang pendaduk di daerah alfamart di dekat  Polsek Cikarang Utara. Ibu Aisyah lahir di Bekasi,19 juli 1981.Ibu Aisyah ini tidak bersekolah dikarenakan tidak ada biaya untuk berpendidikan.Ibu Aisyah tidak mempunyai suami karena dia cerai.
Ibu aisyah ini memiliki dua orang anak cowok dan cewek.Yang pertama cowok yang bernama Suryadi. Suryadi ini dia sekolah di SMK biayanya sekolah itu sebulan sekitar 100.000 ribu.Anak yang kedua bernama Syifa SMP kelas 2 dibiayai oleh dana BOS.Ibu Aisyah ketempat bekerjanya itu naik mobil ¾.
Penghasilan Ibu Aisyah perhari sekitar 80-100,Sebulan bisa sampai 3.000.000,- . Pendapatan itu  Ibu Aisyah itu untuk disumbangkan di Masjid nanti disana Ibu Aisyah mendapatkan komisi dari Masjid tersebut. Sistem kerja Ibu Aisyah itu ganti-gantian ada 3 kali,Ibu Aisyah kebagian jam 12 sampai jam 3.






Sumber

Baca Selengkapnya »

30. Pendaduk di Rel KA Stasiun Cikarang. Wiki Widiyawan. XI. IIS 4






Pengemis adalah seorang yang mendapatkan penghasilan dengan meminta-minta dimuka umum dengan berbagai cara dan alasan untuk mengharapkan belas kasihan dari orang lain. Meskipun menjadi pengemis adalah halal, tidak semua orang boleh menjadi pengemis, orang yang boleh menjadi pengemis adalah orang yang sangat miskin sehingga ia terpaksa mengemis untuk bertahan hidup.
Salah satunya adalah ibu Marsinah Adalah seorang pengemis yang cacat di daerah stasiun kereta Cikarang,yang terletak didaerah Kaum utara. Karena bu Marsinah sudah tua jadi dia sudah lupa dengan umurnya lagi. Bahkan tempat tanggal lahirnya pun dia sudah lupa, ia lahir di Cikarang, tepatnya di sekitar kampung baru.
Sejak lahir dia sudah tinggal di Cikarang dan tinggal di kontrakan bersama pak ogah yang meminta uang di sekitar perlintasan kereta. Beliau tidak mempunyai seorang anak, tetapi beliau tetap bekerja untuk menyambung kehidupannya.
Dalam pekerjaan ini sistem bagi hasinya tidak untuk siapa-siapa, hasilnya ini hanya untuk ia sendiri. “jika bagi hasil untuk orang lain,nenek hanya kebagian sedikit. Makannya tidak ada sistem bagi hasil” ucap nenek Marsinah.
Penghasilan sehari-hari nenek itu tidak menentu, terkadang  yang paling besar itu hanya Rp. 50.000; paling terkecil Rp.10.000, bahkan jikalau cuaca tidak mendukung si nenek bisa tidak mendapat uang sama sekali.
Si nenek  mulai bekerja  dari jam 7 pagi sampai 9 malam. Nenek itu dari kecil hingga sekarang belum pernah merasakan duduk di bangku sekolah karena keterbatasan dana. Pengalaman kerja si Nenek Marsinah belum ada karena penyakit yang dideritanya.
Nenek Marsinah berangkat mengemis dengan berjalan kaki. Bersama dengan pak ogah yang berada di rel kereta api.
Pesan yang disampaikan nenek marsinah untuk para pelajar: “belajarlah yang sukses,semoga bisa lulus dengan nilai yang memuaskan. Dan dimudahkan segala urusannya, dan dilancarkan rezekinya.”





Sumber
Baca Selengkapnya »

Informasi Lain

Informasi Lain

Informasi yang Anda Cari

Cari Informasi Lain di Blog Basando:
 

google facebook twitter android apple microsoft download

google facebook twitter android apple microsoft download


Basando Plus Aneka Info

Terima Kasih atas kunjungan Anda.


DMCA.com


Cek Peringkat Alexa di sini atau di sini!
Cek Harga Blog di sini atau di sini!
Check your websites worth here or here!

Copyright 2009 - 2017 | BASANDO
Simple Bluewater Special Edition Template
created and designed by WHITE and REDesign of Abank Juki

google facebook twitter android apple microsoft download google facebook twitter android apple microsoft download google facebook twitter android apple microsoft download